RSS

Visi, Misi, Agenda, dan Program Calon Presiden

27 Jun

Pesta demokrasi akan diselenggarakan pada 9 Juli 2014 mendatang. Pemilihan umum mengundang seluruh warga negara Indonesia untuk berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya. Indonesia memiliki dua pasang calon presiden dan wakil presiden. Keduanya memiliki visi, misi, program dan arah pembangunan yang berbeda. Meskipun berbeda, tapi visi, misi, dan program yang dikembangkan memiliki kekuatan untuk mendukung pembangunan nasional. Sebagai pemilih pemula, tentunya tidak ingin melewatkan momentum ini begitu saja. Memilih presiden hendaknya didasarkan pada rasionalitas atas visi, misi, dan program yang dikembangkan. Selain itu, melihat program-program yang sesuai dan dibutuhkan oleh negara dan masyarakat saat ini. Program-program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan negara untuk administrasi negara yang lebih baik.

Visi, Misi, Agenda Prioritas Calon Presiden 2014-2019

Perbedaan

Prabowo-Hatta

Jokowi-JK

Visi

Membangun Indonesia
yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta

bermartabat

 

Terwujudnya
Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong
Royong

 

Misi

1.      Mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman dan stabil, sejahtera, demokratis, dan berdaulat, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, serta
konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 1945.

2.      Mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berkerakyatan, dan mandiri.

3.      Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak
mulia, berbudi luhur, berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif, terampil serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

1.     Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian
ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian
Indonesia sebagai negara kepulauan.

2.     Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.

3.     Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai Negara maritim.

4.     Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.

5.     Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.

6.     Mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritime yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional

7.     Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Agenda Prioritas

1.      Membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur

2.      Melaksanakan ekonomi kerakyatan

3.      Membangun kembali kedaulatan pangan, energi dan sumber daya alam

4.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan

5.      Meningkatkan kualitas pembangunan sosial melalui program kesehatan, sosial, agama, budaya
dan olahraga

6.      Mempercepat pembangunan infrastruktur

7.      Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup

8.      Membangun pemerintahan yang melindungi rakyat, bebas korupsi, dan efektif melayani.

1.     Kami akan menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara,

2.      Kami akan membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.

3.      Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4.      Kami akan memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya

5.      Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia

6.     Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga
bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7.     Kami akan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis
ekonomi domestik.

8.     Kami akan melakukan revolusi karakter bangsa,

9.     Kami akan memperteguh ke-bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia

 Program Kerja

Prabowo-Hatta

Jokowi-JK

EKONOMI

1.      Meningkatkan pendapatan perkapita menjadi Rp 60 juta, pertumbuhan ekonomi mencapai 7% per tahun menuju pertumbuhan di atas 10%

2.      Menurunkan indeks gini dari 0,41 menuju 0,31, meningkatkan IPM mencapai 85

3.      Meningkatkan daya serap angkatan kerja 2 juta lapangan kerja per tahun

4.      Membangun industri pengolahan untuk menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional

5.      Membangun dan mengembangkan industri nasional (transportasi darat, laut, udara, alat berat dan alat mesin)

6.      Kebijakan pro aktif untuk stabilitas sektor keuangan

7.      Membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keungan yang terintegrasi

8.      Menyelenggarakan APBN pro rakyat dengan melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan perbaikan sistem perpajakan, menekan pemborosan dan inefisiensi pengeluaran pemerintah

9.      Menjadikan belanja negara bukan sekedar sebagai sumber pertumbuhan tapi juga sebagai alat pemerataan melalui reformasi belanja negara dan menaikkan rasio belanja negara terhadap PDB menjadi minimal 19% pada 2019

10.  Menurunkan defisit anggaran menjadi 1% dari PDB mulai 2017, mengurangi pinjaman luar negeri, mengelola utang pemerintah (surat berharga negara), mengembangkan inovasi produk keuangan dalam bentuk obligasi infrastruktur, mengembangkan skema pembiayaan infrastruktur sosial air bersih dan rumah sakit berdasarkan PPP/Private
Finance Initiative
(PFI)

11.   Memperbaiki daya saing dunia usaha dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan persaingan global. Pemangkasan rantai birokrasi dan perizinan, meningkatkan keharmonisan hubungan industrial melalui memperbaiki koordinasi dan komunikasi antara pekerja, dunia usaha dan pemerintah. Menggalakan penegakan hukum terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual guna melindungi industri kreatif nasional

12.   Menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan perbankan / keuangan syariah dan industri kreatif muslimah dunia, membangun kampung kreativitas bagi pelaku industri kreatif di berbagai kota yang potensial.

 

 

1.      Mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan perbaikan irigasi yang rusak dan jaringan irigasi di 3 juta hektar sawah, 1 juta hektar lahan sawah baru di luar Jawa

2.      Pendirian bank petani dan UMKM, gudang fasilitas pengolahan pasca panen di setiap prouksi

3.      Pemulihan kualitas kesuburan lahan yang irigasi tercemar

4.      Mewujudkan kedaulatan energi melalui kebijakan pengurangan impor energi minyak

5.      Mengutamakan pemakaian batubara dan gas untuk meningkatkan produksi listrik

6.      Mewujudkan kedaulatan keuangan melalui  kebijakan Inklusi Keuangan mencapai 50% penduduk

7.     Tax ratio terhadap GDP menjadi 16%

8.      Pengurangan utang pemerintah

9.      Pengaturan ketat penjualan saham Bank Nasional pada investor asing

10.  Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional (kerjasama pemerintah-swasta-perguruan tinggi) di sektor pertanian dan indutri, riset pengembangan dasar didukung dengan dana  pemerintah

11.   Mengembangkan kapasitas perdagangan nasional melalui  peningkatan daya saing produk nasional melalui peningkatan kualitas harga servis, prioritas akses modal bagi UMKM, revitalisasi pasar tradisional dan pendampingan ekonomi untuk menumbuhkan industriawan muda, 5000 pasar tradisional yang lebih dari 25 tahun direnovasi dan revitalisasi

12.   Membangun penguatan kapasitas fiskal negara melalui :

a.      sinkronisasi perencaaan pembangunan dan alokasi anggaran

b.      evaluasi kinerja kenaikan penerimaan pajak seiring dengan kenaikan potensinya

c.       merancang ulang lembaga pemungutan pajak

d.      melakukan desain ulang arsitektur fiskal Indonesia

e.      peningkatan realisasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perumahan

f.        pemberian insentif bagi lembaga dan daerah yang memiliki penyerapan tinggi dan kebocoran rendah

g.      pengurangan utangnegara

h.      utang baru ditunjukan untuk membiayai pengeluaran pemerintah yang produktif

 

PENDIDIKAN

1.      Memperkuat karakter bangsa yang berkepribadian Pancasila

2.      Melakukan realokasi dan peningkatan efisiensi terhadap pos-pos belanja pendidikan dalam APBN yang
dipandang tidak efektif atau boros

3.      Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara, menghapus pajak buku pelajaran, menghentikan penggantian buku pelajaran setiap tahun, dan mengembangkan
pendidikan jarak jauh terutama daerah yang sulit terjangkau dan miskin

4.      Meningkatkan martabat dan kesejahteraan guru, dosen, dan penyuluh. Pengiriman tunjangan profesi guru sertifikasi langsung ke rekening guru, merekrut 800 ribu guru selama 5 tahun, menaikkan tunjangan profesi guru menjadi rata-rata Rp 4 juta per bulan

5.      Merevisi kurikulum nasional dengan memantapkan pengembangan budaya bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

6.      Memperbaiki secara masif kualitas dari fasilitas pendidikan di seluruh SD, SMP, SMA serta pesantren/sekolah agama sederajat melalui pengalokasian Dana Perbaikan Kualitas Fasilitas Pendidikan (DPKFP) rata-rata Rp 150juta per sekolah dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di universitas baik negeri maupun swasta dengan alokasi dana APBN Rp 20 triliun selama 2015-2019

7.      Mengembangkan fasilias dan keadilan penyelenggaraan pendidikan melalui program penyediaan komputer di sekolah dasar dan menengah, sekolah kejuruan, sekolah agama dan pesantren, memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan lulusan baru serta pencari kerja yang mengikuti pelatihan pada bidang dan lembaga tertentu yang direkomendasikan oleh negara, menyediakan fasilitas kredit bank untuk mahasiswa berprestasi serta membangun jaringan internet gratis

8.      Memberikan insentif kepada perusahaan/lembaga swasta yang menjalankan program magang bagi lulusan baru dengan persetujuan dari pemerintah

9.      Mengembangkan sekolah-sekolah kejuruan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, maritim, dan industri, termasuk Balai Latihan Kerja.

 

1.      Menata kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan

2.      Pembobotan untuk pendidikan dasar menekankan 70% substansinya harus berisi budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik. Untuk pendidikan tinggi, 60% politeknik, 40% sains.

3.      Memperjuangkan agar biaya pendidikan terjangkau bagi seluruh warga negara

4.      Tidak akan memberlakukan lagi model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional termasuk di dalamnya Ujian Akhir Nasional

5.      Memperjuangkan pembentukan kurikulum yang menjaga keseimbangan aspek muatan lokal dan aspek nasional

6.      Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung proses transfer pengetahuan dan pendidikan ajar terjadi

7.      Melakukan rekrutmen dan distribusi tenaga pengajar yang berkualitas akan dilakukan secara merata

8.      Memberikan jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di daerah terpencil dengan pemberian tunjangan fungsional, asuransi yang menjamin keselamatan kerja, fasilitas dalam  upaya pengembangan keilmuan serta promosi kepangkatan dan karir

9.      Mewujudkan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah, terutama bagi wilayah yang memiliki pelayanan pendidikan rendah yaitu melalui pembangunan sarana transportasi dan perbaikan akses jalan menuju fasilitas pendidikan/sekolah.

10.   Memperjuangkan UU Wajib Belajar 12 tahun dengan membebaskan biaya pendidikan dan segala pungutan

11.   Memberikan beasiswa bagi peserta didik untuk melanjutkan jenjang pendidiakn dari D3, S1 sampai S3 baik di dalam maupun luar negeri

12.   Memberikan perhatian yang tinggi terhadap pendidiakn yang berbasis peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi

 

INFRASTRUKTUR

1.      Mempercepat pembangunan infrastruktur dasar pada 6 koridor ekonomi MP3EI. Mengalokasikan dana APBN Rp 1400 triliun atau 10,32% total belanja pada 2015-2019

2.      Membangun prasarana seluruh Indonesia, jalan dan jembatan 3000 km jalan raya nasional, 4000 km rel kereta api, pelabuhan laut dan pelabuahn udara, listrik, telekomunikasi. Kereta api dijadikan priorotas pembangunan infrastuktur transportasi

3.      Mempercepat pembangunan infrastuktur strategis irigasi dan pelabuhan perikanan di pesisir

4.      Membangun infrastuktur, fasilitas pendukung dan kawsan industri nasional termasuk industri maritim dan pariwisata

5.      Mempercepat pembangunan konektivitas melalui teknologi informasi dan telekomunikasi

6.      Memperbesar porsi anggaran transfer ke daerah untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan fasilitas publik

7.      Membangun jalan bebas hambatan di atas laut

8.      Meningkatkan pelayanan kepelabuhan untuk menurunkan beban biaya dan logistik

9.      Mengembagkan infrastuktur pendukung pulau-pulau terluar

10. Mempercepat penyediaaan perumahan bagi 15 juta rakyat yang belum punya rumah

1.      Membangun infrastuktur jalan baru 2000 km

2.      Memperbaiki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua

3.      Membangun 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama

4.      Membangun 10 bandara baru dan merenovasi yang lama

5.      Membangun 10 kawasan industri baru berikut hunian untuk buruhnya

6.      Membangun 5000 pasar tradisional dan memodernisasi pasar tradisonal

7.      Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik, SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini

8.      Pengembangan sistem transportasi umum massal terintegrasi di lautan, udara, darat

9.      Membentuk bank pembangunan/infrastuktur

10.   Peningkatan kapasitas jalan melalui pelebaran jalan dalam kota dari pusat kota menuju kota satelit, antar kota dan jalan tol

11.   Pembangunan monorail atau underground yang menghubungkan bandara, pelabuhan dengan pusat kota

12.   Peningkatan ketebalan jalan

13.   Pembangunan rel kereta api baru

PEMERINTAHAN

1.      Melindungi rakyat dari diskriminasi

2.      Mempercepat peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan reformasi birokrasi

3.      Menciptakan kepastian dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu

4.      Mencegah dan memberantas KKN dengan menerapkan manajemen terbuka dan akuntabel

5.      Melaksanakan pemangkasan rantai dan proses birokrasi yang berbelit di semua tingkat dan sektor pemerintahan

6.      Meningkatkan kesejahateraan prajurit TNI Polri, PNS, termasuk veteran dan pensiunan

7.      Memperkuat TNI dan Polri secara kelembagaan, personel, dan peralatan dalam menjaga integritas teritorial NKRI

8.      Menempatkan 30% perempuan dalam posisi menteri dan mendorong kedudukan strategis pada pemerintahan daerah

9.      Meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan

 

1.      Melanjutkan kosolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu dan lembaga perwakilan untuk mengembalikan kepercayaan publik pada institusi demokrasi

2.      Mewujudkan tata kelola pemerintah yang transparan

3.      Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah, mewajibkan pemerintah membuat laporan kinerja dan membuka akses informasi publik

4.      Konsisten menjalankan reformasi birokrasi dengan restrukturisasi kelembagaan, perbaikan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kompetensi aparatur, memperkuat monitoring dan supervisi atas kinerja pelayanan publik, membuak ruang partisipasi publik melalui citizen charter, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan badan publik

5.      Memperjuangkan kuota perempuan 30% dalam ranah partai politik, eksekutif,legislatif, yudikatif

6.      Penetapan payung hukum yang lebih kuat bagi agenda reformasi birokrasi

7.      Memberantas korupsi di kalangan aparatur sipil negara

 

 

Sumber : http://www.kpu.go.id

CATATAN : Data yang terdapat dalam tabel di atas diperoleh dari website KPU. Program nyata yang disajikan dalam tabel di atas hanyalah sebagian kecil dari program nyata yang akan dilaksanakan ketika terpilih menjadi Presiden. Sehingga masih banyak program nyata yang tidak tercantum dalam tabel di atas. Secara lengkap mengenai visi, misi, agenda prioritas, dan program kerja dapat di akses melalui http://kpu.go.id/index.php/pages/detail/2014/284

Berdasarkan tabel di atas, dapat dinilai sendiri mengenai visi, misi, dan program yang lebih realistis dapat dilaksanakan dan program yang mampu menjawab kebutuhan negara saat ini. Adapun klasifikasi yang dibuat dalam tabel mencakup program di bidang ekonomi, pendidikan, infrastuktur, dan pemerintahan. Program itu merupakan uraian dari agenda priorotas. Masih banyak program yang dikembangkan oleh kedua calon presiden selain dari empat bidang tersebut.

Kedua calon presiden telah mendeskripsikan secara jelas mengenai program dan arah pembangunan yang akan dilakukan jika terpilih menjadi presiden. Keunggulan program tidak dapat dilihat sekarang, tapi keunggulan setiap program dapat diketahui ketika program diimplementasikan dan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut akan diketahui setelah terpilih menjadi presiden. Maka yang harus diperhatikan sekarang adalah melihat realitas dari program-program yang diajukan. Selain melihat program, hal lain yang harus diperhatikan dalam memilih capres dan cawapres adalah melihat pengalaman dan latar belakang baik pendidikan maupun organisasi dari kedua calon presiden dan wakil presiden. Pengalaman masing-masing capres dan cawapres dapat menentukan kinerja 5 tahun ke depan karena melihat apa saja yang sudah dilakukan oleh capres dan cawapres dan melihat dari pengalaman sejauhmana mampu mewujudkan program yang telah dibuatnya. Pengalaman ini tidak hanya dilihat saat menjabat sebagai pejabat publik, tapi juga melihat perannya dalam memberikan kontirbusi untuk mendukung pembangunan nasional. Sebagai pemilih, hendaknya tidak terpengaruh dengan black campaign yang kini marak beredar di masyarakat. Karena black campaign dilakukan oleh pihak manapun yang tidak ingin lawan dari capres yang didukungnya menang. Namun, cara seperti ini bukanlah cara yang cerdas.

Pemuda sudah seharusnya memberikan kontribusi pada pemilihan umum. Sebagai pemilih pemula, pemuda harus dapat memberikan pilihan berdasarkan objektivitas dan bukan subjektivitas. Mengapa pemuda? Karena pemuda memiliki logika berpikir dan daya analisis terhadap perpolitikan yang ada di Indonesia. Pemuda memiliki idealisme yang tinggi yang akan mempengaruhi dirinya dalam memilih presiden. Pemuda berpikir bukan hanya dari apa yang dilihat, tapi mencoba mencari tahu sesuatu yang terjadi dibalik yang mereka lihat. Keingintahuan dan idealisme pemuda yang cukup tinggi, sehingga pemuda memilih presiden dengan pertimbangan tertentu. Di sadari atau tidak, itulah yang kebanyakan dilakukan pemuda. Mereka tidak hanya melihat dari satu sudut pandang, tapi dari berbagai sudut pandang. Selain itu, sebagai pemuda yang peduli dengan negara, sudah seharusnya mendukung terwujudnya good governance. Salah satu prinsip good governance adalah partisipasi. Partisipasi dapat diwujudkan dalam pesta demokrasi. Kita mengetahui kompleksitas permasalahan yang terjadi di negara kita, mulai dari korupsi, tindakan tidak bermoral, disapritas, pendidikan yang tidak merata, daya beli masyarakat, ketidaknetralan media massa, kurangnya SDM dan kompetensi birokrat, dan sebagainya. Permasalahan ini tidak dapat dibiarkan menjamur di Indonesia, tapi perlu ada upaya untuk mengubahnya ke arah yang lebih baik. Untuk itu, hak suara dapat dijadikan awal perubahan bagi negara kita. Karena melalui pemilu akan menghasilkan pemimpin yang baru yang memiliki visi ke arah perbaikan bangsa. Tidak memilih atau golput sama dengan tidak memiliki sikap. Golput sama dengan membiarkan negara dalam keadaan status quo. Artinya kompleksitas permasalahan dibiarkan terjadi, tanpa upaya untuk memperbaikinya. Hilangkanlah stereotype terhadap pemerintah yang menganggap koruptor menyentuh hampir semua pemerintah. Ya memang korupsi terjadi di tubuh pemerintah, tapi tidak semua pejabat negara melakukan korupsi. Masih banyak pejabat negara yang taat dan patuh dalam menjalankan tugasnya. Namun, pandangan negatif masyarakat terhadap pemerintah banyak dipengaruhi oleh media massa. Media massa terkesan tidak seimbang dalam memberikan informasi. Proporsi pemberitaan yang negatif lebih dominan daripada yang positif. Di samping korupsi, sebenarnya banyak pejabat negara yang menuai prestasi, tapi jarang terkespos oleh media. Maka dari itu, menggali informasi mengenai prestasi pemerintah harus dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang seimbang sehingga tetap dapat mempertahankan kepercayaannya kepada pemerintah. Pemilu merupakan momentum baik yang harus dimanfaatkan oleh seluruh warga negara Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang dapat membawa perbaikan untuk Indonesia. Melalui pemilu, melahirkan harapan baru akan perbaikan tata kelola negara yang berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Perhatikanlah visi, misi, program, pengalaman, latar belakang, sikap dari setiap calon presiden dan wakil presiden dan abaikanlah black campaign. Melihat visi, misi dan program yang diajukan, keduanya sama-sama memiliki kekuatan untuk pembangunan nasional. Pemuda sebagai pemilih pemula dan seluruh masyarakat Indonesia, gunakanlah hak pilih dalam pemilu untuk Indonesia yang lebih baik. Tidak menggunakan hak pilih atau golput sama dengan membiarkan negara dalam keadaan status quo, membiarkan negara dengan kompleksitas permasalahan yang terjadi tanpa perubahan. Golput sama dengan tidak menginginkan perubahan untuk perbaikan negara. Tunjukkan kepedulian kepada negara melalui hal kecil yang akan berdampak besar yaitu dengan memberikan suara dalam pilpres. Siapapun presidennya, yakinlah itu yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebagai warga negara, harus mendukung program pemerintah siapapun yang akan menjadi presiden nantinya agar program tersebut memberikan dampak pada kesejahteraan rakyat. Give your vote in general election, shows that you care to change for better Indonesia!

 

 

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: