RSS

Indonesia dan Vietnam Mampu Menguasai Pangsa Pasar Kopi

30 Aug

ASEAN mengenal kopi. Bagaimana tidak, dua negara di ASEAN merupakan produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil yaitu Vietnam dan Indonesia. Kopi merupakan minuman favorit sebagian kalangan hampir di semua negara. Cita rasa dan aroma yang khas membuat kopi banyak digemari. Untuk dapat menikamti kopi, tentunya kopi ini harus diproduksi terlebih dahulu sebelum di konsumsi. Dalam tingkat internasional, Brasil merupakan negara yang menguasai pangsa pasar kopi. Brasil sebagai negara produsen kopi terbesar di dunia. Kopi Brasil juga banyak digemari oleh negara – negara lain. Vietnam dan Indonesia adalah negara produsen kopi terbesar di dunia kedua dan ketiga setelah Brasil. Kini ketiga negara ini mampu menguasai pangsa pasar kopi di dunia. Kualitas kopi yang dimiliki ketiga negara ini tidak diragukan lagi. Namun, apakah Vietnam dan Indonesia mampu untuk menggeser posisi Brasil sebagai produsen kopi terbesar di dunia? Tentu saja itu dapat dilakukan oleh Vietnam dan Indonesia. Untuk menghadapi ASEAN Economic Community 2015, ekonomi akan mengintegrasikan perdagangan dari berbagai negara di ASEAN, kopi dapat menjadi senjata bagi Vietnam dan Indonesia untuk bersaing secara global guna menigkatkan perekonomian negara masing – masing.

Indonesia memiliki area untuk perkebunan kopi sebesar 1,3 juta hektare. Hanya pemanfaatan lahan belum maksimal. Begitupun dengan produksi yang dihasilkan masih di bawah Vietnam. Vietnam memiliki lahan untuk perkebunan kopi sebanyak 550.000 hektare dengan jumlah produk yang dihasilkan di atas Indonesia. Kualitas kopi di negara ini tidak kalah dengan Brasil. Indonesia yang kaya akan tumbuhan dengan tanah yang subur dan luas tentu akan mampu menciptakan kualitas kopi yang lebih unggul. Selain itu, perkebunan kopi tersebar di kawasan Indonesia. Keberagaman kopi yang dihasilkan di Indonesia pun beragam sesuai dengan kondisi wilayah perkebunan kopi tersebut berada. Tidak berbeda dengan Vietnam,  kopi yang dihasilkan mempunyai kualitas baik. Vietnam mampu memanfaatkan lahan perkebunan kopi untuk menghasilkan produksi yang optimal. Hal ini harus dipelajari oleh Indonesia. Melihat kekuarangan dan kelebihan masing – masing negara dalam menghasilkan produksi kopi, maka kolaborasi antara keduanya akan memberikan hasil yang optimal sehingga mampu untuk menguasai pangsa pasar kopi di dunia dan menggeser posisi Brasil sebagai produsen kopi terbesar.

Melihat keunggulan dari Indonesia dan Vietnam dalam produksi kopi, maka keduanya mempunyai kemampuan untuk menjadi produsen kopi terbesar di dunia dan menguasai pangsa pasar kopi di dunia. Untuk dapat menguasai pangsa pasar kopi, maka perlu ada kekuatan yang dapat diciptakan melalui kerjasama bilateral antara Indonesia dan Vietnam. Beberapa kerjasama yang dapat dilakukan oleh Indonesia dan Vietnam dalam upayanya menguasai pangsa pasar kopi di dunia yaitu Indonesia harus melakukan intensifikasi perkebunan kopi. Perlu ada upaya untuk meningkatkan produksi, seperti penyediaan bibit unggul, penggunaan teknologi dan pengetahuan untuk mengembangkan produksi kopi. Lahan yang luas hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam hal ini, Indonesia dapat belajar dari Vietnam. Bagaimana Vietnam mampu menghasilkan produk kopi dalam jumlah besar dengan lahan produktif yang lebih sempit dari Indonesia. Sedangkan Indonesia memiliki lahan produktif yang luas, tetapi jumlah produksi yang dihasilkan masih di bawah Vietnam. Peran pemerintah sangat besar dalam hal ini. Pemerintah hendaknya menyediakan bibit unggul dan pupuk kopi untuk petani kopi. Hal ini perlu dikelola untuk mendapatkan hasil kopi dengan kualitas baik dan optimal. Selain itu, penyuluhan kepada petani pun perlu dilakukan. Supaya petani mengetahui langkah yang benar untuk menghasilkan kopi yang baik dan optimal serta memperhatikan kelestarian lingkungan. Pengawasan pun perlu dilakukan untuk mengawasi produksi kopi sehingga dalam prosesnya dapat mencegah hal yang menyimpang. Misalnya jika ada petani yang menggunakan pestisida berlebih dan mengakibatkan kerusakan tanaman sehingga berdampak buruk bagi pelestarian ekosistem, maka pengawas wajib untuk memberi peringatan. Mengingat bahaya dari penggunaan pestisida berlebih, maka dengan adanya pengawasan, bahaya tersebut dapat terhindari. Regulasi perdagangan internasional menetapkan standar untuk suatu produk agar dapat tembus pasar internasional. Untuk urusan pangan, produk yang dihasilkan yaitu kopi selain kualitasnya yang baik, juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Jika kelestarian ekonsistem tidak diperhatikan maka produk kopi tersebut tidak dapat tembus pasar internasional. Penggunaan bahan kimia yang berlebih seperti pestisida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka dari itu, pengawasan sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Indonesia dan Vietnam harus mampu untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Produksi kopi Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2012, ini berarti ada peningkatan produktivitas petani kopi. Jika dapat dipertahankan dan berlanjut, Indonesia dan Vietnam dapat menjadi pemasok kopi terbesar.

Adanya kerjasama antara Indonesia dan Vietnam dalam pembagian faktor produksi. Jika penyediaan bibit unggul dalam hal ini Vietnam lebih mampu, maka sebagian bibit unggul dapat import dari Vietnam ataupun sebaliknya. Keberagaman karakteristik wilayah di Indonesia berpengaruh kepada jenis dan aroma kopi yang dihasilkan. Indonesia dan Vietnam dapat membuat inovasi baru menciptakan kopi melalui perkawinan tanaman kopi asal Indonesia dan Vietnam. Indonesia mempunyai kopi luwak. Kopi kepunyaan Indonesia ini dapat dikembangkan. Cita rasa yang khas dari kopi luwak dapat mencuri perhatian para penikmat kopi. Apalagi kopi luwak ini jika dikonsumsi tidak akan mempengaruhi peningkatkan asam lambung.   

Kerjasama bilateral ini akan mampu mengantarkan Indonesia dan Vietnam sebagai penguasa pangsa pasar kopi dengan produsen kopi terbesar. Jika hal tersebut dapat dilakukan maka Vietnam dan Indonesia dapat menggeser Brasil sebagai produsen kopi terbesar. Keuntungan dan manfaat dari kerjasama bilateral ini adalah meningkatkan hubungan baik kedua negara ini. Produksi kopi yang optimal akan meningkatkan perekonomian kedua negara ini. Penjualan ekspor kopi dapat meningkatkan devisa negara. Semakin meningkat produk kopi yang berkualitas baik, menandakan semakin produktif petani kopi, maka Indonesia dan Vietnam akan semakin siap untuk menghadapi ASEAN Economic Community. Mengembangkan pangsa pasar akan berpengaruh baik terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat dan petani di kedua negara. Maka dari itu, kematangan untuk menghadapi ASEAN Economic Community pun akan semakin meningkat.

 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: