RSS

Penerapan Visa On Arrival dan E-Visa di Myanmar

29 Aug

Kunjungan ke luar negeri kerap dilakukan oleh warga negara Indonesia. Berbagai tujuan untuk ke luar negeri pun beragam seperti berlibur, berwisata, menempuh pendidikan, kunjungan kerja, tinggal dan sebagainya. Kita tidak dapat dengan bebas keluar masuk negara lain tanpa izin. Maka dari itu, memerlukan passport dan visa sebagai izin untuk berkunjung ke negara lain. Setiap warga negara harus memiliki passport dan visa sebagai syarat untuk dapat berkunjung ke negara lain. Passport (wikipedia) merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Visa (wikipedia) merupakan sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode wantu dan tujuan tertentu. Passport menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap warga negara yang akan berkunjung ke luar negeri, sedangkan untuk visa sendiri tergantung dari kebijakan negara tujuan dan perjanjiannya dengan negara asal. Negara – negara ASEAN membuat kebijakan mengenai pembebasan visa bagi passport Indonesia yang berkunjung ke negara – negara ASEAN. Kebijakan ini tertuang dalam ASEAN Framework Agreement On Visa Exemption yang merupakan perundingan negara – negara ASEAN. Kini visa tidak harus dimiliki oleh warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke negara – negara ASEAN. Jadi, jika ingin bepergian ke luar negeri, cukup hanya membawa passport maka sudah bisa berwisata di negara tujuan. Namun, tidak semua negara di ASEAN memberlakukan pembebasan visa. Myanmar adalah negara di ASEAN yang tidak memberlakukan pembebasan visa. Penjagaan keamanan di Myanmar sangat ketat, sehingga selain passport, visa merupakan syarat wajib yang harus dibawa pada saat akan berkunjung ke Myanmar.

Berikut adalah negara – negara di ASEAN yang memberlakukan pembebasan visa (wikipedia) Brunei : 14 hari, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam adalah 30 hari. Sedangkan Myanmar tidak memberlakukan pembebasan visa. Namun, pada tahun 2010, Myanmar memberlakukan Visa On Arrival seharaga USD 30 yang berlaku untuk 28 hari dan tidak dapat diperpanjang.

Pembebasan visa adalah kebijakan suatu negara untuk membebaskan warga negara lain berkunjung ke negaranya tanpa memiliki visa. Jadi hanya cukup memiliki passport saja. Biasanya hanya berlaku untuk kunjungan yang singkat. Seperti telah disebutkan di atas bahwa pembebasan visa itu memiliki batasan waktu. Sedangkan Visa On Arrival (VOA) atau visa saat kedatangan merupakan visa yang dibuat oleh warga negara pada saat kedatangannya di negara tujuan. Jadi tidak perlu membuat visa melalui kedutaan besar di negara asal. Pembuatan visa ini sebagai perizinan untuk pengunjung asing yang akan berkunjung ke negara itu. Dengan membayar biaya administrasi untuk pembuatan visa, maka akan mendapatkan VOA untuk dapat berkunjung atau berwisata di Myanmar. Sistem inilah yang diterapkan Myanmar. Hal ini dilakukan karena pengawasan keamanan di Myanmar sangat ketat. Sehingga tidak sembarang orang asing dapat masuk dan menikmati kunjungan di Myanmar, tetap harus mematuhi regulasi yang berlaku. Untuk dapat berkunjung ke Myanmar, WNI harus memiliki visa disamping passport. Karena Myanmar tidak menerapkan pembebasan visa seperti negara ASEAN lainnya.

Hal menarik dari Myanmar adalah penerapan sistem Electronic Visa Application (E-Visa). E-Visa merupakan sistem pembuatan visa secara online. Pengunjung asing dapat dengan mudah membuat visa melalui E-Visa ini. Dengan registrasi dan melengkapi berkas atau dokumen yang dibutuhkan dengan cara mengupload dokumen tersebut ke situs yang telah disediakan, kemudian membayar biaya untuk pembuatan visa tersebut. Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak negara tujuan, maka visa akan dikirim melalui email. Setelah itu, pendaftar harus mencetak visa tersebut dan membawanya pada saat berkunjung ke Myanmar. E-Visa ini lebih mudah digunakan untuk mendapatkan visa.

Kini untuk melakukan kunjungan luar negeri ke negara – negara di  ASEAN akan lebih mudah. Meskipun Myanmar tidak menerapkan pembebasan visa, tapi terdapat cara yang memudahkan kita untuk dapat berkunjung ke Myanmar yaitu dengan Visa On Arrival atau E-Visa. Sedangkan untuk berkunjung ke negara – negara ASEAN lainnya, cukup hanya membawa passport, kita sudah bisa menikmati keindahan negara tersebut. Meskipun demikian, kita harus tetap mematuhi regulasi di negara tujuan termasuk untuk urusan passport dan visa. Sehingga tidak akan menimbulkan masalah ketika sedang menikmati kunjungan ke negara lain. Dengan begitu perlindungan dari negara tujuan pun akan terjaga. Pendaftaran mudah, berwisata pun nyaman.

 
2 Comments

Posted by on August 29, 2013 in Uncategorized

 

2 responses to “Penerapan Visa On Arrival dan E-Visa di Myanmar

  1. risalestarii

    December 26, 2013 at 5:26 am

    Mbak bisa minta tolong bagaimana cara membuat visa myanmar online dan apa aja persyaratannya. Soalnya saya mahasiswa dan mau liburan kesana. Terimakasih ya mbak. Email aku risa.ncot@yahoo.com

     
  2. ray

    March 8, 2014 at 1:23 am

    Di web e-visa myanmar kok $90 ya……kalo voa pasti bisa ya?syaratnya apa aja kalo voa?Di

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: