RSS

One Identity Culture Heritage Candi Borobudur and Candi Angkor Wat

27 Aug

Kerjasama multilateral di kawasan Asia Tenggara diprakarsai oleh ASEAN. ASEAN memiliki 10 negara anggota. Setiap negara anggota memiliki karakteristik sendiri mulai dari geografi, ekonomi, politik, sosial dan budaya. ASEAN ini terbentuk selain karena letak geografis dalam satu kawasan Asia Tenggara juga karena adanya kesamaan sejarah dan latar belakang. Kesamaan inilah yang memunculkan banyak kemiripan budaya di antara negara – negara anggota ASEAN. Maka tak heran jika ada yang menyebut bahwa negara – negara ASEAN ini adalah serumpun. Ya, negara – negara ASEAN adalah serumpun. Hal ini dapat dilihat dari adanya kesamaan budaya,ras seperti bentuk tubuh, mata, warna kulit. Selain itu, adanya persamaan suku bangsa yang tinggal di negara – negara ASEAN. Seperti penduduk Indonesia dan Malaysia yang sama – sama dari rumpun Melayu. Begitupun dari aspek budaya, banyak kesamaan antara budaya negara satu dengan negara lain. Indonesia dan Kamboja memiliki hubungan kebudayaan yang erat. Kemegahan Candi Borobudur yang dimiliki Indonesia memiliki kesamaan relief dengan Candi Angkor Wat yang dimiliki Kamboja. Hal – hal tersebut semakin memperkuat kenyataan bahwa negara – negara di ASEAN adalah serumpun.

Image

Candi Borobudur

Image

Candi Angkor Wat

Di lihat secara historis, hubungan Indonesia dengan Kamboja sudah terjalin lama. Hubungan itu berawal melalui interaksi perdagangan antara Kamboja dan Jawa. Selain itu, Indonesia membantu Kamboja dalam mencapai kemerdekaannya. Begitupun dengan kebudayaan, Candi Borobudur memiliki kesaman relief dengan Candi Angkor Wat di Kamboja. Candi Borobudur dibangun lebih awal yaitu 3 abad sebelum Candi Angkot Wat terbentuk. Pada saat itu, di tengah kejayaan kerajaan Mataram, dibuatlah Candi Borobudur. Berdirinya Candi Borobudur berhasil mengalihkan mata dunia. Kemegahannya membawa sejarah tersendiri serta bagi penganut Buddha itu merupakan kesucian. Melihat kemegahan Candi Borobudur, Pemimpin kerajaan Kamboja yaitu Raja Jayawarman 2 yang pada saat itu sedang di Indonesia tertarik untuk menggali pengalaman dan pengetahuan untuk membangun Candi Angkor Wat di Kamboja. Setibanya di Kamboja, Raja Jayawarman membawa pengaruh budaya Jawa di negeri pimpinannya. Tidak hanya sampai di sana, Kamboja pun berguru kepada Indonesia mengenai arsitektur. Pemerintah Indonesia pun memberikan bantuan kepada Kamboja mengenai arsitektur untuk membangun dan memelihara candi. Sehingga berdirilah Candi Angkor Wat di Kamboja yang memiliki kemegahan seperti Candi Borobudur. Kemiripan di antara kedua candi ini menunjukan adanya kesamaan budaya dan sejarah. Melihat pengalaman Raja Kamboja yang pernah berkunjung ke Indonesia dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Kamboja pun mempengaruhi kesaamaan bentuk relief. Kini kemegahan Candi Borobudur dan Candi Angkor Wat sebagai warisan budaya dunia mampu mencuri pandangan dunia. Kini candi ini menjadi destinasi wisata budaya. Bukan sekedar kemegahan saja tetapi juga kesamaan nilai historis yang dimiliki bangunan candi itu menunjukkan bahwa negara – negara ASEAN adalah serumpun.

Dengan adanya kesamaan budaya itu maka hubungan kedua negara ini semakin erat. Untuk menjaga warisan budaya ini, Indonesia dan Kamboja mempererat hubungan kebudayaan. Rencananya hubungan budaya itu akan dipererat dengan adanya wisata budaya serta mengenalkan budaya Indonesia di Kamboja begitupun sebaliknya. Pemerintah Indonesia dan Kamboja akan menerapkan sister temple untuk mempererat hubungan budaya. Budaya merupakan corak sejarah. Sejarah tersebut diukirkan pada candi. Budaya sebagai satu identitas bersama bagi negara – negara di ASEAN.

Negara yang serumpun dengan hubungan kebudayaan yang erat menjadi pengikat antara negara – negara di ASEAN. Adanya kesamaan yang berasal dari satu budaya yang sama dapat meningkatkan rasa saling memiliki negara anggota. Dengan demikian hubungan sektor lain pun akan terikat. Kesatuan akan tercipta dan perpecahan dapat terhindar karena ASEAN memiliki induk yang sama.

Sumber Foto:

Candi Borobudur http://www.google.com/search?q=candi+borobudur&bav=on.2,or.r_qf.&bvm=bv.51156542,d.bmk,pv.xjs.s.en_US._-554IbEZc0.O&biw=1366&bih=608&um=1&ie=UTF-8&hl=en&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=96McUoGjPMOmrAeYpoH4Bg#facrc=_&imgdii=_&imgrc=IRAAJDKgQfpTbM%3A%3BQF9aRATA00TMnM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.indonesiarayanews.com%252Fsites%252Fdefault%252Ffiles%252Fstyles%252Fcaption%252Fpublic%252F072012%252FCandi%252520Borobudur1.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Findonesiarayanews.com%252Fnews%252Fnusantara%252F06-08-2013-16-49%252Flipi-terjadi-pergeseran-ideologi-pengelolaan-candi-borobudur%3B620%3B320

Candi Angkor Wat http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Angkor_Wat.jpg

 
1 Comment

Posted by on August 27, 2013 in Uncategorized

 

One response to “One Identity Culture Heritage Candi Borobudur and Candi Angkor Wat

  1. rusydi hikmawan

    August 27, 2013 at 9:21 pm

    kalo dari jauh, agak2 mirip ya angkor wat ama borobudur, jangan2 manusia yang bangun sama. nah loh

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: