RSS

Daya Saing Salon Thailand dan Salon Lokal dalam ASEAN Economic Community

26 Aug

Menghadapi ASEAN Community 2015 persaingan antar negara akan semakin ketat. Pada ASEAN Economic Community (AEC) dimana komunitas ekonomi ASEAN akan mengembangkan perekonomian dengan mengintegrasikan perdagangan.  Selain itu, perdagangan lintas negara akan semakin mudah, inilah yang kita kenal dengan perdagangan bebas. AEC ini bukan hanya persaingan dalam produk barang saja tetapi juga jasa. Dunia usaha akan semakin bersaing menciptakan produk yang berkualitas begitupun dengan sumber daya manusia yang akan terus bersaing menunjukan kapabilitas yang dimilikinya. Persaingan itu bukan lagi se-nusantara tetapi merupakan persaingan regional bahkan global. Dengan adanya perdagangan bebas maka produk luar negeri mudah masuk ke Indonesia tanpa takut akan pajak ekspor dan impor. Di negara Indonesia, sumber daya manusia asing pun akan bersaing dengan sumber daya manusia Indonesia. Perusahaan asing akan mudah masuk dan memperluas usahanya di Indonesia. Tentunya ini akan mempengaruhi perekonomian dan keberadaan pengusaha menengah ke bawah di Indonesia. Namun, jika kita mampu untuk mempersiapkannya, maka kondisi ini akan mampu untuk kita hadapi.

Beragam persaingan bidang usaha dan sumber daya manusia secara regional bahkan global, tentunya perlu persiapan dari sekarang untuk menghadapi kondisi tersebut. Terlebih kini sudah ada standard internasional dalam setiap produk dan jasa. Regulasi perdagangan internsional pun mengharuskan adanya standar ISO supaya produk bisa tembus pasar internasional. Untuk itu diperlukan kualitas barang dan kapabilitas sumber daya manusia yang unggul supaya mampu berdaya saing secara global.

Tidak sedikit investor asing yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. begitupun dengan pengusaha Thailand yang tertarik untuk memperluas usahanya di Indonesia. Sebut saja usaha dalam bidang kecantikan adalah salon. Di Indonesia sudah banyak salon – salon tempat wanita memanjakan diri dengan merias diri dan memperindah rambut. Bahkan salon menjadi kebutuhan yang tak terelepaskan dari wanita juga pria. Kecantikan menjadi dambaan setiap wanita. Oleh karena itu para wanita pasti ingin salon yang terbaik dengan pekerja yang profesional untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Sepertinya di negara ini tidak akan kekurangan salon. Salon mudah dijumpai di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat tinggal memilih akan menggunakan jasa salon yang mana. Namun, memasuki AEC mulai banyak salon dari Thailand yang masuk ke Indonesia. Persaingan salon lokal dan ssalon Thailand kian memanas. Terus, bagaimana jika salon asing masuk ke Indonesia? Apa yang akan terjadi dengan salon – salon lokal? Memasuki AEC maka daya saing salon asing dan lokal pun akan kuat. Keberadaan salon Thailand di Indonesia mulai banyak dan tersebar. Hal ini tentu akan mempengaruhi keberadaan salon lokal. Terlebih salon dari Thailand memiliki pekerja profesional serta sudah mendapatkan sertifikat internasional. Selain itu, penawaran yang diberikan dapat memikat masyarakat. Tentunya hal ini menarik masyarakat karena pekerja yang profesional  tidak akan diragukan lagi, hasil yang didapat pun akan lebih memuaskan bagi beberapa kalangan. Jika salon Thailand mampu menggeser posisi salon lokal maka akan berdampak pada perekonomian nasional, mungkin akan banyak salon yang gulung tikar sehingga menimbulkan PHK bagi karyawannya. Apakah salon Thailand yang sudah mendapatkan sertifikat internasional dengan pekerja profesional itu mampu menggeser keberadaan salon lokal? Jawabannya, belum tentu.

Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghadapi persaingan regional ini sehingga posisi salon lokal tidak tergeserkan oleh salon Thailand. Pertama, pengembangan SDM. Pengembangan SDM perlu dilakukan untuk menghadapi AEC. Indonesia harus mampu menciptakan dan mempersiapkan SDM yang berdaya saing. Hal ini perlu dilakukan karena persaingan SDM akan semakin ketat. Jika SDM tidak memiliki bargaining position dikhawatirkan tidak mampu bersaing sehingga dapat menimbulkan pengagguran. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengembangan SDM adalah meningkatkan kualitas pendidikan untuk sekolah tata rias, salon, kecantikan. Selain itu, mengadakan pelatihan dengan sertifikat internasional. Dengan peningkatan kualitas pendidikan maka akan semakin banyak menciptakan SDM yang berkualitas yaitu SDM yang memiliki kemampuan tinggi di bidang tata rias dan salon. Begitupun dengan adanya pelatihan dengan sertifikat internasional akan menghasilkan pekerja profesional. Sehingga mereka mempunyai bargaining position. Pelatihan berguna untuk mengasah kemampuan di bidang tata rias, salon, kecantikan. Kapabilitas ini sebagai modal dasar untuk bersaing dengan SDM asing. Selain itu, keberadaan salon Thailand dapat menambah pengetahuan SDM Indonesia yaitu dengan belajar dari salon Thailand tersebut. Salon lokal dengan pekerja yang profesional akan menambah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasanya. Sehingga keberadaan salon Thailand tidak akan berpengaruh besar terhadap salon lokal.

Kedua, salon Thailand yang sudah memiliki sertifikat internasional dengan pekerja yang profesional, kemungkinan akan mematok tarif yang tidak murah. Pekerja profesional dengan keprofesionalannya itu kemungkinan tidak mau di beri upah yang rendah. Asumsinya adalah salon Thailand yang sudah mendapat sertifikat internasional dengan pekerja profesional memiliki tarif yang mahal. Tentunya perlu menguras kocek lebih banyak jika mau memanjakan diri ke salon Thailand ini. Masyarakat menengah ke atas lah yang lebih banyak menikmati penawaran dari salon Thaialnd. Bagaimana dengan masyarakat menengah ke bawah? Masyarakat menengah ke bawah akan berpikir dua kali untuk ke salon Thailand kalau harus menguras kocek lebih banyak. Maka dari itu, mereka akan lebih memilih salon – salon lokal daripada salon Thailand. Bahkan tidak jarang masyarakat menengah ke atas pun lebih memilih salon lokal daripada salon Thailand untuk perawatan rambutnya. Komposisi masyarakat menengah ke bawah lebih banyak dari pada menengah ke atas. Jadi, akan tetap banyak masyarakat yang memilih salon lokal untuk perawatan rambut dan tata riasnya.

Ketiga, kecocokan menjadi alasan masyarakat dalam memilih salon. Salon Thailand belum tentu cocok dengan masyarakat Indonesia. Perbedaan selera antara masyarakat Indonesia dan Thailand pun akan mempengaruhi eksistensi salon Thailand di Indonesia. Ada masyarakat yang cocok dengan perawatan rambut dan tata rias yang diberikan oleh salon Thailand tetapi juga ada masyarakat yang tidak cocok. Salon Thailand belum tentu cocok dengan perawatan rambut masyarakat Indonesia. Meskipun belum bisa dipastikan berapa jumlah masyarakat yang tidak cocok dengan salon Thailand, tetapi dapat dipastikan bahwa tidak semua masyarakat mampu dan mau untuk memilih salon Thailand dalam perawatan rambutnya.

Keempat, selain kecocokan dengan salon, hal yang harus diperhatikan juga adalah produk kosmetik, shampoo atau obat rambut yang digunakan. Kita ketahui bersama bahwa kosmetik yang baik untuk kesehatan kulit, shampoo dan obat rambut yang baik untuk kesehatan rambut adalah yang berasal dari bahan alami dan tidak banyak mengandung bahan kimia. Kosmetik yang mengandung alkohol akan memberikan dampak yang kurang baik untuk kesehatan kulit jika digunakan dalam jangka panjang. Indonesia memiliki produk kosmetik lokal  yang tidak menggunakan alkohol sehingga aman di konsumsi. Karena kebanyakan orang ingin merawat wajah dan rambut dengan sehat dan mendapatkan hasil yang maksimal, maka kosmetik tanpa alkohol lah yang akan lebih digemari. Selain itu, Indonesia kaya akan sumber daya alam tentunya mudah membuat kosmetik, shampoo, obat rambut dengan bahan alami yang berasal dari ekstrak tumbuhan. Produk Indonesia itu tentunya akan tersedia di salon – salon lokal. Logikanya salon Thailand akan menggunakan produk kosmetik dari Thailand. Karena salon Thailand bukan hanya memasarkan jasa saja tetapi juga barang yaitu produk kosmetik, shampoo, dan obat rambut. Meskipun tidak menutup kemungkinan salon Thailand menggunakan produk kecantikan lokal begitupun sebaliknya. Pilihan masyarakat Indonesia ingin yang aman dengan hasil maksimal, maka produk kecantikan lokal akan lebih banyak digemari. Produk kecantikan lokal banyak dijumapi di salon lokal daripada salon Thailand, maka keberadaan salon lokal tidak mudah tergeserkan oleh salon Thailand.  

Kelima, ekonomi kreatif yang sudah digalakan di Indonesia dapat mempertahankan salon lokal dari persaingan dengan salon Thailand. Ekonomi kreatif yang mengembangkan cinta produk dalam negeri akan mempengaruhi konsumsi masyarakat Indonesia. Kecintaan terhadap produk dalam negeri akan mendorong masyarakat untuk memilih salon lokal daripada salon Thailand. Begitupun dengan penggunaan produk. Semakin kreatif masyarakat menciptakan produk kecantikan lokal yang aman digunakan dan berkualitas baik, akan semakin banyak diminati. Produk tersebut dapat dipasarkan di salon lokal. Dengan demikian, pengguna jasa salon lokal akan lebih banyak dari pada salon Thailand. Dengan ekonomi kreatif yang menggalakan cinta produk dalam negeri, maka pengguna jasa salon lokal tidak akan berkurang dengan keberadaan salon Thailand.

Berdasarkan hal – hal tersebut, maka keberadaan salon Thailand belum tentu dapat menggeser keberadaan salon lokal. Salon lokal yang memiliki pekerja profesional, biaya dapat dijangkau, kosmetik dan obat perawatan yang aman digunakan, maka tidak mudah digeserkan dengan keberadaan salon Thailand.  Jika kondisi tersebut mampu diciptakan di Indonesia, maka salon lokal tidak akan takut kalah bersaing dengan salon Thailand. Selain itu, dampak positif dari keberadaan salon Thailand tentunya akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Terutama dalam hal perhitungan PDB (produk domestic bruto) yang menjadi perhitungan untuk pendapatan nasional. PDB memperhitungkan barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara termasuk yang berasal dari negara lain. Keberadaan salon Thailand ini akan membantu meningkatkan PDB negara Indonesia. Namun demikian, Indonesia tetap harus berdikari untuk bisa menghadapi AEC. Perekonomian harus ditopang oleh perekonomian nasional dan tetap mengandalkan usaha dalam negeri. Jika membuat regulasi untuk perusahaan asing itu tidak mungkin dalam AEC, maka solusinya adalah pemerintah membuat regulasi yang mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha dalam negeri seperti UMKM untuk menghadapi AEC. Sehingga Indonesia dapat menghadapi persaingan dan menjadi pemimpin perekonomian di ASEAN dengan mengunggulkan produk, SDM, dan usaha dalam negeri sebagai senjata.

 

 
Leave a comment

Posted by on August 26, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: