RSS

Recovery Perbatasan Singapura dan Malaysia

01 Sep

Singapura dan Malaysia merupakan negara anggota ASEAN yang bertetanggaan. Dekatnya letak kedua negara ini kerap menimbulkan perselisihan seperti perbatasan wilayah. Singapura dan Malaysia memiliki perbatasan negara yang dapat menimbulkan sengketa. Perbatasan Singapura dan Malaysia yang menjadi sengketa adalah di Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan yaitu Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah, dan Karang Selatan. Penyelesaian persengketaan ini telah diselesaikan melalui keputusan Mahkamah Internasional yang memutuskan Singapura sebagai pemilik pulau Pedra Branca itu. Namun,  hal ini menimbulkan perselisihan antara masyarakat Malaysia dan Singapura karena masyarakat Malaysia tidak terima dengan ketetapan Mahkamah Internasional. Hal ini berpengaruh pada hubungan kedua negara, baik dari segi hubungan politik maupun masyarakatnya. Maka dari itu, perlu ada upaya penyelesaian konflik secara tuntas. Terlebih memasuki ASEAN Community 2015 perlu adanya persatuan dan integrasi dari negara – negara di ASEAN. Berawal dari integrasi lah, maka ASEAN Community dapat terwujud sesuai visinya.

Kini status dua pulau lainnya yaitu Batuan Tengah dan Karang Selatan masih menggantung. Kedua pulau ini belum dinyatakan sebagai milik salah satu negara yang bersengketa. Maka dari itu, untuk menghadapi ASEAN Community yang mengharuskan adanya sinergitas dari negara – negara ASEAN, penyelesaian konflik menjadi suatu keharusan. Terdapat beberapa hal untuk menyelesaikan konflik ini yaitu, setiap negara memiliki letak geografis dan astronomi. Berdasarkan hal tersebut, maka bisa diputuskan mengenai kepemilikan wilayah suatu negara. Namun, terkadang hal inilah yang memicu sengketa. Maka dari itu, perlu dilihat aspek lain dalam memutuskan kepemilikan suatu wilayah. Melalui cara pengelolaan negara terhadap wilayah sengketa maka dapat ditentukan kepemilikan wilayah perbatasan tersebut. Negara yang lebih unggul dan mampu dalam memelihara suatu wilayah, negara yang mengelola wilayah perbatasan tersebut dengan baik, maka negara itulah yang berhak atas kepemilikan wilayah tersebut. Untuk menyelesaikan konflik pulau Batuan Tengah dan Karang Selatan dapat dilihat dari pengolahan dan pemeliharaan pulau tersebut oleh negara mana Singapura atau Malaysia yang lebih mampu mengelola dan memelihara pulau tersebut. Jika Singapura terbukti lebih mampu mengelola dan memelihara pulau tersebut, maka Singapura lah yang berhak atas kepemilikan pulau. Hal ini harus dapat diterima oleh pihak negara yang bersengketa. Selain itu, perundingan antara dua negara itu perlu dilakukan, baik melalui hukum internasional maupun mediasi. ASEAN memiliki delapan negara lainnya yang dapat membantu menyelesaikan persengketaan ini. Sesuai visinya One Community, maka disitulah peran kerjasama antar negara ASEAN dilakukan. Dengan harapan hasil perundingan negara – negara ASEAN mampu mempengaruhi penyelesaian sengkata.

Alternatif lainnya yaitu recovery perbatasan tersebut dengan memanfaatkan bersama pulau tersebut. Letaknya di antara dua negara dapat dijadikan peningkatan ekonomi bagi keduanya. Hal ini berkaitan dengan ASEAN Economic Community. Pemanfaatan kedua pulau tersebut dapat dilakukan melalui perekonomian misalnya dengan perdagangan. ASEAN Economic Community menghendaki adanya integrasi perdagangan. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan kedua pulau tersebut yaitu menjadikan keuda pulau sebagai pusat perdagangan Singapura dan Malaysia. Dua pulau diperbatasan Singapura dan Malaysia sangat efektif untuk dijadikan jalur perdagangan. Selain itu, pengembangan potensi wisata di kedua pulau tersebut. Pendapatan yang dihasilkan dapat menjadi pendapatan bagi Singapura dan Malaysia. Begitupun dengan Komunitas Sosial Budaya ASEAN yang menghendaki terciptanya masyarakat yang rukun. Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, sengketa ini akan mempengaruhi hubungan politik bagi keuda negara. Begiutpun dengan keamannnya, adanya perselisihan masyarakat karena tidak terima atas kepemilikan pulau, akan menganggu kemanan kedua negara. Maka dari itu, penyelesaian konflik secara tuntas harus dilakukan, baik melalui hukum internasional dan perundingan maupun dengan pemanfaatan wilayah.

Sengketa perebutan pulau harus mendapat penyelesaian tuntas. Dalam ASEAN Community untuk membangun kerjasama, haruslah berawal dari hubungan yang baik antar negara. Memang tidak dipungkiri adanya konflik antar negara. Namun, ada baiknya konflik tersebut tidak berkepanjangan. Setiap negara harus mampu menjaga dan mengelola wilayah yang dimilikinya. Konflik ini dapat menimbulkan perpecahan. Sebagai satu komunitas yaitu ASEAN, diperlukan integrasi untuk melaksanakan kerjasama dan menjaga kerukunan. Kerukunan sebagai kunci untuk mewujudkan cita – cita besar ASEAN Community. Seharusnya Singapura dan Malaysia mampu berintegrasi dan memanfaatkan kedua pulau secara bersama, maka disitulah tujuan ASEAN Community akan terwujud. Dan itulah yang sebetulnya diharapkan dari adanya ASEAN Community ini. Bersatu untuk mewujudkan tujuan ASEAN Comminty untuk menjadi satu komunitas yang memiliki keunggulan baik secara komunitas maupun masing – masing anggota negara.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on September 1, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: